Catatan Bang Pay

Postingan Terbaru

Zeitgeist dan Tatanan Dunia Berbasis Syariat

Tulisan Kuratorial untuk Pameran Seni Islam News World Order, oleh jejaring seniman Muslim KHAT Tahun 2007 sebuah f…

Tentang Pemahaman

Kedai kopi tempat kami singgah jangan pernah diduga seperti kedai-kedai kopi modern di perkotaan. Ini hanya pondok sede…

Corong-corong Toa

Awalnya Nguyen memang sempat bilang bahwa akan mengajak temannya untuk mengantar saya ke Provinsi An Giang. Tapi saya t…

Kenapa Kera Tidak Punah

Dulu, sekitar tahun 2008an saya punya beberapa teman yang mengaku tak bertuhan. Sebagian besar dari mereka dari Barat. …

"It’s Stupidity”

Setelah perang Indochina kedua berakhir Vietnam terbagi menjadi dua bagian. Utara dan Selatan. Utara beraliran komunis …

Selamat Datang di Negara Komunis

Saya nyaris memiliki anggapan bahwa tidak semua negara komunis itu identik dengan kemiskinan. Buktinya Saigon. Ho Chi M…

Rencana Berikutnya

Rencana Berikutnya   Pham Ngu Lao Street adalah kawasan backpacker di Saigon. Tak terlalu beda jauh dengan Pub Stree…

Orang-Orang Boyan

Ketika bertemu Dong di malam pertama ketibaan, lelaki ramah itu memberi tahu bahwa wifi tersebar dimana-mana di kota Sa…

Aroma Kopi, Aroma Penjajahan

Menurut google map, waktu tempuh dari masjid Dong Du menuju masjid Al Rahim adalah 12 menit. Saya masih punya banyak wa…

Dendam Kesumat kepada Sekulerisme

Ia memperkenalkan diri dengan nama Khaidir. Nama seorang traveler, batin saya. Di selar Masjid kami terlibat pembicaraa…

Percakapan yang Seru

Vietnam selatan beriklim tropis. Suhunya hampir sama dengan Indonesia. Panas. Sepanjang pagi saya jalan kaki. Lumayan b…

Aroma Perlawanan Tercium

Bagi orang Indonesia seperti saya melihat gambar palu dan arit dengan background berwarna merah dan tersebar di berbaga…

Pagi Pertama di Saigon

Pagi tiba. Ini saatnya eksplorasi kota Saigon. Oh iya agar tak bikin bingung jika saya menyebut Saigon itu artinya Ho…