Catatan Bang Pay

Postingan Terbaru

"It’s Stupidity”

Setelah perang Indochina kedua berakhir Vietnam terbagi menjadi dua bagian. Utara dan Selatan. Utara beraliran komunis …

Selamat Datang di Negara Komunis

Saya nyaris memiliki anggapan bahwa tidak semua negara komunis itu identik dengan kemiskinan. Buktinya Saigon. Ho Chi M…

Rencana Berikutnya

Rencana Berikutnya   Pham Ngu Lao Street adalah kawasan backpacker di Saigon. Tak terlalu beda jauh dengan Pub Stree…

Orang-Orang Boyan

Ketika bertemu Dong di malam pertama ketibaan, lelaki ramah itu memberi tahu bahwa wifi tersebar dimana-mana di kota Sa…

Aroma Kopi, Aroma Penjajahan

Menurut google map, waktu tempuh dari masjid Dong Du menuju masjid Al Rahim adalah 12 menit. Saya masih punya banyak wa…

Dendam Kesumat kepada Sekulerisme

Ia memperkenalkan diri dengan nama Khaidir. Nama seorang traveler, batin saya. Di selar Masjid kami terlibat pembicaraa…

Percakapan yang Seru

Vietnam selatan beriklim tropis. Suhunya hampir sama dengan Indonesia. Panas. Sepanjang pagi saya jalan kaki. Lumayan b…

Aroma Perlawanan Tercium

Bagi orang Indonesia seperti saya melihat gambar palu dan arit dengan background berwarna merah dan tersebar di berbaga…

Pagi Pertama di Saigon

Pagi tiba. Ini saatnya eksplorasi kota Saigon. Oh iya agar tak bikin bingung jika saya menyebut Saigon itu artinya Ho…

New Perspective

Dong tidak bisa dan tidak mau langsung percaya tentang eksistensi Tuhan. Tak mengapa. Toh kami baru saja jumpa. Tapi ia…

God Does Exist

Saat landing di Ho Chi Minh City, hari sudah malam. Agar punya tenaga untuk eksploring kota esok harinya maka agenda pe…

Dong Tidak Punya Tuhan

Seperti biasa, sebelum melakukan perjalanan persiapan sesuai kebutuhan sudah harus dilakukan sebelum berangkat. Pakaian…

Perjalanan Berikutnya

Saya perlu memberi tahu (atau mungkin mengulangi bercerita), bahwa kejadian² yang saya temui dalam perjalanan tent…