Jumat, 19 Juli 2019

Bekas Jejak

oleh Pay Jarot Sujarwo


Bekas jejak. Saya suka dengan frase ini. Kalau mau dicari filosofinya, silakan lah masing-masing bikin penasfsiran. Tapi bagi saya sederhana saja. Langkah meninggalkan jejak, jejak bekas. Bekas ini jadi kenangan pun berpotensi menjelma harapan.
Begitulah, 'Bekas Jejak' saya rencanakan menjadi judul dari Islamic Travel Book yang insyaAllah akan diterbitkan pasca trip ke Kuala Lumpur - Malaka pada 11 - 13 Oktober 2019 mendatang.
Siapa penulis buku ini? Mereka adalah peserta Islamic Travel Writing class. Maksudnya, ini adalah open trip, dibuka bagi siapa saja, dan dalam trip yang diselenggarakan kali ini sekaligus kita akan belajar dan praktik menulis.
Sekadar mengunjungi Kuala Lumpur - Malaka, mungkin banyak orang sudah mengalaminya. Tapi terlibat secara langsung dalam project penulisan buku, ini penggalaman bersejarah.
Saya tak berani menjamin bahwa nanti bukunya akan menjadi buku yang bagus, dijual best seller, penulisnya akan terkenal diwawancarai tv tv nasional. Tentu saja tidak semuluk itu. Bahkan bisa jadi sebagian besar peserta adalah mereka yang baru pertama kali punya pengalaman menulis.
Tapi perlu diingat, pengalaman pertama akan menjadi sesuatu yang luar biasa jika dipupuk dan dirawat dengan semestinya. Berapa banyak penulis besar yang lahir di muka bumi ini yang disebabkan dari pengalaman pertama dari sesuatu yang tak diduga-duga. Dan yang pasti, mereka yang mencoba, mereka yang berangkat ke Kuala Lumpur dan Malaka nanti, adalah mereka yang mampu merasakan dan membuktikannya.
Sekali lagi, saya tak terlalu berharap imbalan dunia dalam projek penulisan buku ini. Biarlah nanti masing-masing penulis yang akan berproses ke depan. Apakah ini buku pertama dan terakhirnya,
atau malah ini menjadi pemicu luar biasa dalam melahirkan buku-buku berikutnya. Dalam percakapan via WA seorang calon peserta bilang ke saya, ingin ikut kegiatan ini karena memang ingin belajar dan menekuni kepenulisan. Selama ini dia sudah bolak balik kuala lumpur malaka. sudah hafal mati dengan kota itu. Bahkan dia bekerja di travel Agent. Tapi pengalaman menulis bersama, itu yang dia incar. InsyaAllah dia akan ikut nanti. Mana tahu bisa menulis buku tunggal ke depannya.
Harapan saya akhirat. Saya sering membatin bahwa project Islamic Trip kali ini adalah project akherat. Buku, jika bagus, postitif, mengandung nilai ilmu bermanfaat, dibaca orang, menginspirasi orang, akan berbuah pahala. Pahala ini bisa jadi bekal yang luar biasa di akherat. sebab ini akan terus menerus mengalir. Jariyah. Sampai kiamat. Syaratnya dilakukan dengan ikhlas dan dengan cara yang benar.
Untuk itulah BEKAS JEJAK menjadi perlu untuk diterbitkan. untuk itulah agenda travel writing class ini perlu diselenggarakan. Untuk itulah, Islamic Trip ini perlu kamu. Ya, kamu.
Kamu mau ikut?
------
jangan lupa follow akun instagram
@payjarotsujarwo
@islamictripalkayyis


0 Comments:

Posting Komentar