Minggu, 21 Juli 2019

Posisi Mulia

oleh Pay Jarot Sujarwo

Beberapa hari lalu dikirimi teman foto lama. Katanya itu kejadian tahun 2013. Momentumnya adalah ngisi acara diskusi, yang dibahas persoalan traveling, terkait buku saya tentang jalan jalan kampungan ke Belanda.

Momen-momen begini yang kerap membuat saya rindu untuk ajak orang-orang jalan-jalan. Dulu, saya suka jalan sendirian. Ke sana ke mari sendirian. Nanti bisa bertemu teman dalam perjalanan. Ada yang menjadi akrab. Ada pula yang hanya ketemu selewat

Setelah bertemu dengan Islam, saya jadi tahu bahwa traveling sendirian oleh para ulama dihukumi makruh. Maka melakukan traveling tidak sendirian insyaallah berpahala minimal pahala meninggalkan sesuatu yang makruh.

Tapi tak sesederhana itu. Ada banyak keutamaan dengan melakukan traveling bersama-sama (tidak sendirian) setidaknya tiga orang. Selain keamanan lebih terjaga, jika berpergian bersama kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Bukankah perintah amar ma'ruf nahi mungkar sangat sering disebut Allah dalam alquran? Mereka yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dalam kemungkaran punya posisi mulia di mata Allah swt. Dan potensi posisi mulia itu bisa didapat dengan traveling bersama

Emangnya kalau traveling bersama tidak bisa maksiat, tidak bisa mungkar? Tentu saja bisa, bahkan mudah banget. Untuk itulah dalam traveling, dibutuhkan adab yang lain. Pertama, tidak sendirian, berikutnya, bersama mereka yang sholeh. Orang-orang taat jika bersama-sama, maka potensi meningkatkan ketaatan akan semakin besar.

Oleh karena itu Islamic Trip and Travel Book Project menjadi perlu. Masing-masing kita tentu saja tak bisa mengklaim sebagai orang sholeh. Tapi Allah tau niat kita. Kita bersama ingin menuntut ilmu. Kita bersama ingin jalan bareng dalam rangka meningkatkan ketaatan. Dalam rangka berlomba-lomba dalam kebaikan. Dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar. Kuatkan niat itu. InsyaAllah ganjaran posisi mulia akan Allah berikan.

Yuk ngetrip bareng. 11-13 oktober 2019. Rutenya Kuala Lumpur - Malaka








0 Comments:

Posting Komentar