Sabtu, 25 Juli 2020

Single Strong

Hari ini jatahnya espresso. "single, strong!" kataku ke barista.

Di sini berbagai macam kopi bersaing minta perhatian. Gayo, Ciwidey, Bali plaga, Toraja yale, malabar. Kopi dari dataran terbaik di Indonesia.

Sesekali, hadir Ethiopia dan Kenya. Menjadi varian rasa tersendiri di tempat ini.

Tapi kali ini aku ingin espresso. 70% arabica, 30% robusta. Pahit yang merayap di kerongkongan menjelma rindu dendam tak terkatakan pada masa-masa emas di abad-abad lampau.

Begitulah, kopi menjadi sejarah tersendiri yang tak pernah habis diceritakan. Seorang pengembala kambing, bandar-bandar besar dekat pelabuhan. Cafe di lorong kecil islambol, ulama yang terjaga di tengah malam, para penemu, juga aktivis gerakan yang merencanakan pemberontakan di bagian barat sana.

Kopi juga punya andil lahirnya revolusi industri. Ekspor impor barang juga gagasan. Tentang sekulerisme. Tentang demokrasi. Tentang pengkhianatan hukum-hukum Tuhan.

 "espresso single," kataku, langsung menuju tempat duduk, di sini. Di Bandar ini.

Follow me

Instagram
@payjarotsujarwo

0 Comments:

Posting Komentar