Sabtu, 18 Januari 2020

JILBAB TAK WAJIB

©Pay Jarot Sujarwo

Wanita tua berkata, jilbab tidak wajib bagi muslimah. Kalau muslimah itu sudah tua, ya. Maka benarlah perkataannya. Sebab ada dalilnya.

Jilbab itu tak wajib bagi muslimah. Wanita tua bawa-bawa nama budaya. Nuduh banyak orang salah tafsir soal dalil agama. Konon kabarnya jalan tengah.

Bukan. Ini bukan jalan tengah namanya. Tetapi sembrono. Bikin statemen seenak hatinya. Ups, tapi benarkah ini seenak hatinya? Atau jangan-jangan sudah terencana sejak lama?

Di bumi ini, hari ini, muslim tak taat syariat jumlahnya banyak. Meski demikian tidak otomatis orang-orang tidak taat ini mengubah sesuatu yang ditetapkan.

Mereka tahu alkohol itu haram. Mereka minum tapi tak bilang alkohol jadi halal. Mereka tahu babi itu haram. Mereka makan tapi tak bilang babi jadi halal. Mereka tau homosexual itu dilaknat. Mereka homo tapi tak bilang menjadi homo itu boleh.

Mereka tahu sholat itu wajib Mereka tak sholat dan tidak mengatakan bahwa tak sholat itu sudah berubah menjadi mubah. Inilah yang disebut maksiat. Dilakukan dengan sadar maupun tidak sadar. Namun tidak sampai pada level keyakinan. Kepada mereka dibebankan dosa maksiat. Kepada mereka kita berharap bisa bertobat.

Soal aurat begitu juga. Sudah sejak duduk di bangku SD mereka, orang-orang beragama Islam ini, tahu batasan aurat. Lalu ketika baligh, mereka membuka aurat, memamerkannya kepada khalayak. Tapi tak pernah mereka mengubah batasan aurat. Tetap saja pusar hingga lutut bagi lelaki. Tetap saja seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan bagi wanita. Dan menutup aurat wajib adanya.

Orang-orang ini tidak taat, tetapi menyadari bahwa mereka tidak taat. Sekali lagi, mereka adalah pelaku maksiat yang kepadanya kita harapkan bertaubat. Tak batal syahadat.

Tapi bagaimana kalau kita benar-benar yakin bahwa babi tak haram? Bagaimana jika kita meyakini bahwa alkohol yang memabukkan itu halal? Bagaimana jika kita mengatakan dengan kesadaran penuh disertai dengan keyakinan bahwa sholat itu tidak wajib?

Dengan cara apa kita nanti menghadap Allah di akhirat? Masih tetap dengan cara membusungkan dada? Coba saja kalau kau bisa!

19/01/2020

facebook.com/payjarotsujarwo1924

1 komentar: