Rabu, 22 Januari 2020

POKOKNYA INI SISTEM TERBAIK. TITIK!

Plato pernah menulis, demokrasi adalah pendahuluan untuk menuju tirani.
-
Ini sedikit catatan sejarah tentang Plato. Abad ke 5 SM adalah era setelah dua kali kemenangan melawan Persia. Athena berjaya, demokrasi menjadi mantap jaya. Ini terjadi di masa Perikles.
-
Athena yang semakin hebat cenderung semakin korup. Ini memunculkan rasa dengki dari Sparta. 431 SM muncul perang saudara. Karena ini Yunani menjadi lemah.
-
Tahun 404 SM Athena kalah. Sparta mendudukkan rezim boneka. Nanti Athena akan otonom lagi. Memiliki rezim demokrasi lagi.
-
Plato lahir 428 SM, dia mengalami sedikit sisa-sisa kejayaan Athena tapi dia hidup besar selama perang saudara. Dia melihat kehancuran Athena. Dia melihat demokrasi muncul lagi dan demokrasi yang sama pada tahun 399 SM kemudian menghukum mati Socrates.
-
Plato melihat kondisi demokrasi yang ringkih dan beberapa tahun setelah ia meninggal Athena sebagai simbol utama demokrasi akhirnya runtuh di bawah kerajaan Makedonia.
-
Begitulah, pasca kehancuran Athena, dunia berada di bawah kendali kerajaankerajaan. Demokrasi yang sejak awal lahir tak sempurna semakin ditinggalkan. Rajaraja bertindak sesuai kemauannya. Agar legal, dibikin otoritas bahwa suara raja suara Tuhan. Pada fase ini, ratusan tahun, demokrasi tak terdengar apalagi terlihat.
-
Abad 15, rajaraja mendapat perlawanan. Selama ribuan tahun di tangan para raja kehidupan porak poranda. Rasionalitas tak dipakai. Ilmu pengetahuan tak ada gunanya. Di sekolahsekolah modern era ini disebut the dark ages.
-
Di masa kejayaan Athena, tak ada seorang pun menduga bahwa peradaban itu akan hancur. Tapi dugaan orang salah. Athena hancur. Demokrasi lebur. Rajaraja bertahta.
-
Di era rajaraja berjaya, orang-orang juga tak menduga bahwa era ini juga akan hancur. Para raja dan birokrat asik menikmati tahta, jelata dibiarkan tak mampu berbuat apa-apa. Tapi dugaan orang salah. Perlawanan muncul. Intelektualitas dikedepankan. Ilmu pengetahuan seperti Dewa.
-
Renaissance. Raja-raja bertekuk lutut di bawah daulat para rakyat lewat wakilwakilnya. Fox populi fox dei. Suara raja tak lagi suara Tuhan. Kini sudah berganti menjadi suara rakyat.
-
Tapi sayang, rakyat waktu itu kebingungan mencari ide terbaik. Otoritas Tuhan yang telah diselewengkan rajaraja membuat para rakyat membenci segala hal berbau Tuhan. Ya, Tuhan harus menyingkir. Tak boleh ikut campur dalam roda pemerintahan yang akan berlangsung sebentar lagi.
-
Revolusi Perancis. Manusia berbondongbondong memperlemah posisi rajaraja. Akhirnya monarki tamat riwayat. Di tengah kebingungan, ide usang demokrasi, yang telah memosil ribuan tahun diangkat kembali. Dipaksakan dipakai menjadi sistem. Ditopang kapitalisme sebagai sistem ekonominya. Berhasil. Sistem ini menggurita. Menyebar ke seluruh dunia.
-
Lalu, orangorang menduga bahwa inilah sistem terbaik. Orangorang menduga sistem ini tak akan hancur. Untuk memperkuat dugaannya, orangorang harus rela kehilangan rasionalitasnya.

20/01/2020

Sabtu, 18 Januari 2020

JILBAB TAK WAJIB

©Pay Jarot Sujarwo

Wanita tua berkata, jilbab tidak wajib bagi muslimah. Kalau muslimah itu sudah tua, ya. Maka benarlah perkataannya. Sebab ada dalilnya.

Jilbab itu tak wajib bagi muslimah. Wanita tua bawa-bawa nama budaya. Nuduh banyak orang salah tafsir soal dalil agama. Konon kabarnya jalan tengah.

Bukan. Ini bukan jalan tengah namanya. Tetapi sembrono. Bikin statemen seenak hatinya. Ups, tapi benarkah ini seenak hatinya? Atau jangan-jangan sudah terencana sejak lama?

Di bumi ini, hari ini, muslim tak taat syariat jumlahnya banyak. Meski demikian tidak otomatis orang-orang tidak taat ini mengubah sesuatu yang ditetapkan.

Mereka tahu alkohol itu haram. Mereka minum tapi tak bilang alkohol jadi halal. Mereka tahu babi itu haram. Mereka makan tapi tak bilang babi jadi halal. Mereka tau homosexual itu dilaknat. Mereka homo tapi tak bilang menjadi homo itu boleh.

Mereka tahu sholat itu wajib Mereka tak sholat dan tidak mengatakan bahwa tak sholat itu sudah berubah menjadi mubah. Inilah yang disebut maksiat. Dilakukan dengan sadar maupun tidak sadar. Namun tidak sampai pada level keyakinan. Kepada mereka dibebankan dosa maksiat. Kepada mereka kita berharap bisa bertobat.

Soal aurat begitu juga. Sudah sejak duduk di bangku SD mereka, orang-orang beragama Islam ini, tahu batasan aurat. Lalu ketika baligh, mereka membuka aurat, memamerkannya kepada khalayak. Tapi tak pernah mereka mengubah batasan aurat. Tetap saja pusar hingga lutut bagi lelaki. Tetap saja seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan bagi wanita. Dan menutup aurat wajib adanya.

Orang-orang ini tidak taat, tetapi menyadari bahwa mereka tidak taat. Sekali lagi, mereka adalah pelaku maksiat yang kepadanya kita harapkan bertaubat. Tak batal syahadat.

Tapi bagaimana kalau kita benar-benar yakin bahwa babi tak haram? Bagaimana jika kita meyakini bahwa alkohol yang memabukkan itu halal? Bagaimana jika kita mengatakan dengan kesadaran penuh disertai dengan keyakinan bahwa sholat itu tidak wajib?

Dengan cara apa kita nanti menghadap Allah di akhirat? Masih tetap dengan cara membusungkan dada? Coba saja kalau kau bisa!

19/01/2020

facebook.com/payjarotsujarwo1924